DI TULIS DI BUKU CATATAN KEMUDIAN DI FOTO HASIL PEKERJAAN DENGAN TELAH DI TANDA TANGANI ORANG TUA, KEMUDIAN KIRIM KE WHATSAPP

 (Pertemuan Ke 2)



 (Tugas DARING kelas 8A sampai 8G SMP Al-Azhar 3 Bandar lampung pada hari Senin hingga Kamis tanggal 07 - 11 September 2020)


Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

Membaca Q.S. Al-Maidah (5): 90–91 dan 32  dengan tartil

·     QS. Al-Maidah ayat  90-91

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

 

Terjemah QS. Al-Maidah ayat  90-91

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

 

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

 

PEMBAHASAN

Surat al-Maidah artinya jamuan hidangan. Surat al-Maidah merupakan surat dengan urutan kelima dalam al-Qur'an. Memiliki 120 ayat dan berada pada juz 6 (ayat 1-82) juga juz 7 (ayat 83-120).

 

QS. Al-Maidah ayat  90-91

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

 

Latin Q.S. QS. Al-Maidah ayat  90-91

Yā ayyuhalladziina aamanuu innamal  khamru wal maisiru wal anṣaabu wal azlaamu rijsum min 'amalisy syaiṭaani fajtanibụhu la'allakum tufliḥụn

 

Innamaa yuriidusy syaiṭaanu ay yụqi'a bainakumul 'adaawata wal-bagdhaa`a fil khamri wal maisiri wa yaṣuddakum 'an dzikrillaahi wa 'anish shalaati fa hal antum muntahụn

 

Terjemah QS. Al-Maidah ayat  90-91

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

 

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

 

Kandungan QS. Al-Maidah ayat  90-91

 

QS. Al-Maidah ayat  90

Merupakan seruan atau perintah dan larangan kepada orang-orang yang beriman.

Perbuatan tercela yang terkandung adalah meminum khamar, berjudi, berkurban untuk berhala, mengundi nasib melalui anak panah, dan berjudi.

Perbuatan tercela tersebut merupakan perbuatan setan.

Dengan menjauhi perbuatan-perbuatan tercela, kita akan mendapatkan keberutungan.

 

QS. Al-Maidah ayat  91

Setan menginginkan adanya perpecahan dan permusuhan antar umat Islam.

Setan memecah belah umat melalui minuman khamar dan judi.

Perbuatan tercela tersebut dimaksudkan agar kita terlupa dalam mengingat Allah dan beribadah kepada-Nya.

Allah menyuruh orang-orang beriman menjauhi perilaku-perilaku tersebut.

 

Perilaku Pencerminan QS. Al-Maidah ayat  90-91

Menaati perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya.

Menjauhi semua perilaku tercela, terutama meminum khamar, berjudi, berkurban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah.

Mencegah adanya perpecahan dan permusuhan sesama umat Islam.

Tidak lupa selalu mengingat Allah dan beribadah kepada-Nya.


Manfaat Berperilaku Sesuai QS. Al-Maidah ayat  90-91

Terjauhi dari melakukan perbuatan setan.

Akan mendapatkan pahala dan keberuntungan dari Allah Swt.

Tidak terjadi perpecahan dan kebencian sesama umat Islam.

Semakin dekat dengan Allah SWT.