PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
(Pertemuan
Ke 1)
IDENTIFIKASI
Hari / Tanggal : Senin, Kamis dan Jumat / 01, 02 dan 05 Nov 2021
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas : 7 (Tujuh ) A, B, C dan D
KD :
3.8. Memahami
ketentuan shalat berjamaah.
APERSEPSI :
Assalaamu’alaikum anak-anak didik ku
yang soleh dan solehah.
Bagaimna kabarnya hari ini semoga
selalu diberikan keberkahan ya....
Aamiin 3x Yaa Robbal ‘Aalamiin....
O iya... Mari kita mulai pelajaran
kali ini dengan berdoa dan mengucap sykur kepada Allah SWT agar senantiasa
nikmat yang telah diberikan-Nya bisa menjadi berkah....
Rasa syukur kita kepada Allah dapat
pula kita apresiasikan dalam bentuk taat beribadah sesuai petunjuk Na dan tetap
bersemangat dalam menuntut ilmu....
Bagaimana anak-anak didik ku yang
soleh dan soleha subuh ini sholat tepat waktu kan sebaiknya yang laki-laki
upayakan sholat subuhnya berjama’ah di masjid atau musholla-musholla terdekat
dari rumah mu dan yang perempuan lebih baik berjama’ah di rumah guna
menghindari fitnah, jangan lupa pula nanti sholat dhuha dan muroja’ah hafalan
mu ya...
Semoga apa yg kita lakukan hari ini
bisa menjadi ladang pahala untuk kita semua....
Aamiin 3x Yaa Robbal ‘Aalamiin....
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Melalui pendekatan tertulis pada blog dan tayangan video maka diharapkan
dapat Meyakini bahwa shalat
berjama’ah adalah perintah agama tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.
VIDEO PEMBELAJARAN :
Tahukah kamu apakah shalat berjamaah
itu? shalat berjamaah adalah shalat yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih
secara bersama-sama dan salah seorang dari mereka menjadi imam, sedangkan yang
lainnya menjadi makmum. Nah, shalat
lima waktu yang kita lakukan sangat diutamakan untuk dikerjakan secara berjamaah,
bukan sendiri-sendiri (munfarid).
Kalian perlu tahu bahwa hukum shalat wajib berjamaah
adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan, sebagian
ulama mengatakan hukum shalat berjamaah adalah fardu kifayah. Keutamaan shalat
berjamaah bila dibandingkan shalat munfarid adalah dilipatkan 27 derajat.
Hadis Rasulullah SAW :
“Dari Ibnu Umar r.a., Rasulullah saw. bersabda, “£alat
berjamaah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh
derajat.”(H.R. Bukhari dan Muslim)
Keistimewaan lain bagi orang yang rajin shalat berjamaah adalah akan dibebaskan oleh Allah Swt. dari api neraka.
Perhatikan keterangan dari hadis berikut ini.
“Dari Anas bin Malik r.a., dari Nabi Muhammad saw., sesungguhnya beliau bersabda: “Barangsiapa shalat di masjid dengan berjamaah selama empat puluh malam, dan tidak pernah tertinggal pada rakaat pertama dari shalat Isya, maka Allah akan membebaskan baginya dari api neraka.” (H.R. Ibnu Majah).
Apakah kalian ingin mengetahui lebih jauh mengenai
shalat berjamaah? Bacalah pembahasan berikut ini.
1. Syarat Sah shalat Berjamaah
Shalat berjamaah sah apabila memenuhi syarat sebagai
berikut :
a. Ada imam.
b. Makmum berniat untuk mengikuti imam.
c. Shalat dikerjakan dalam satu majelis.
d. Shalat makmum sesuai dengan shalatnya imam.
Kedudukan imam dalam shalat berjamaah sangat penting.
Dia akan menjadi pemimpin seluruh jamaah
shalat sehingga untuk menjadi imam ada syarat
tersendiri.
Syarat yang dimaksud adalah :
a. Mengetahui syarat dan rukun shalat, serta perkara
yang membatalkan shalat,
b. Fasih dalam membaca ayat-ayat al-Qur'an,
c. Paling luas wawasan agamanya dibandingkan yang
lain,
d. Berakal sehat,
e. Balligh,
f. Berdiri pada posisi paling depan,
g. Seorang laki-laki (perempuan juga boleh jadi imam
kalau makmumnya
perempuan semua), dan
h. Tidak sedang bermakmum kepada orang lain.
Sedangkan syarat-syarat menjadi makmum adalah seperti berikut.
a. Makmum berniat mengikuti imam,
b. Mengetahui gerakan shalat imam,
c. Berada dalam satu tempat dengan imam,
d. Posisinya di belakang imam, dan
e. Hendaklah shalat makmum sesuai dengan shalat imam,
misalnya imam shalat Asar makmum juga shalat Asar
2. Makmum Masbuq
Makmum Masbμq adalah makmum yang tidak sempat membaca
surat al- Fatihah bersama imam di rakaat pertama. Lawan katanya adalah makmum
muwafiq, yakni makmum yang dapat mengikuti
seluruh rangkaian shalat berjamaah bersama imam.
Jika kalian dalam kondisi ketinggalan berjamaah
seperti ini, perlu kecermatan dalam tata cara menghitung jumlah rakaat. Untuk
itu, perhatikan beberapa ilustrasi peristiwa berikut.
Penjelasan ini sangat penting, siapa tahu kalian
mengalaminya:
Ilustrasi 1
Pada saat makmum datang untuk berjamaah shalat Asar,
imam masih berdiri pada rakaat pertama. Makmum berniat, takbiratul ihram, dan
membaca al-Fatihah.
Namun, sebelum selesai membaca al-Fatihah imam rukuk,
maka dalam keadaan ini makmum harus segera rukuk mengikuti imam tanpa harus
menyelesaikan bacaan al-Fatihah. Makmum semacam ini masih dinyatakan
mendapatkan seluruh rakaat bersama imam. Jadi, Pada saat imam menutup shalat
dengan salam, makmum tersebut ikut salam.
Ilustrasi 2
Pada saat makmum datang untuk berjamaah shalat 'Ashar,
imam sedang rukuk untuk rakaat pertama. Makmum berniat, takbiratul ihram, dan
membaca al-Fatihah meskipun hanya satu ayat. Lalu, makmum segera rukuk
mengikuti imam tanpa harus menyelesaikan bacaan al-Fatihh. Makmum semacam ini masih
dinyatakan mendapatkan seluruh rakaat bersama imam. Jadi, pada saat imam
menutup £alat dengan salam, makmum tersebut ikut salam.
Ilustrasi 3
Pada saat makmum datang untuk berjamaah ¡alat asar,
imam sedang i‘tidal atau sujud untuk rakaat pertama. Makmum berniat, takbiratul
ihram, dan langsung i‘tidal atau sujud bersama imam. Pada saat imam menutup
shalat dengan salam, makmum berdiri lagi untuk menambah kekurangan rakaat yang
belum selesai.
3. Halangan shalat Berjamaah
Shalat berjamaah dapat ditinggalkan, kemudian
melakukan shalat sendirian (munfarid). Faktor yang menjadi halangan itu adalah
:
a. Hujan yang mengakibatkan susah menuju ke tempat
shalat berjamaah,
b. Angin kencang yang sangat membahayakan,
c. Sakit yang mengakibatkan susah berjalan menuju ke
tempat shalat berjamaah,
d. Sangat ingin buang air besar atau buang air kecil,
dan
e. Karena baru makan makanan yang baunya sukar
dihilangkan, seperti bawang,
petai, dan jengkol.
PETUNJUK PEMBELAJARAN :
Baca materinya dan simak videonya terlebih
dahulu lalu fahami, kerjakan tugas dan kirim ke whatsapp.
TUGAS :
Jawablah pertanyaan berikut ini:
1.
Apa arti munfarid?
2.
Jelaskan tentang tatacara shalat masbuq ?
3.
Tuliskan syarat sah shalat berjamaah menjadi makmum ?
Setelah di jawab kemudian foto lalu ditandatangani oleh orang tua kirim ke WhatsApp dalam bentuk foto grid bersama foto diri saat sedang mengerjakan tugasm foto tugas yang di tulis dibuku TULIS MAPEL dan SS daring (google meet), jangan lupa beri nama dan kelas mu, selanjutnya kalian komentar secara jujur nama dan kelas, sudah sholat subuh dan dhuha tepat waktu atau tidak, sudah muroja'ah atau belum di blog ini..

